Sunday, December 18, 2016

Testimoni Bpk Adi Klinik Wasir Safute

Wasir Safute
Saya menbuat Testimoni ini sebagai rasa syukur ke hadapan Allah SWT dan terimakasih yang tidak terhingga pada Dokter Panji ( Klinik Wasir Safute ) dan sebagai tambahan informasi buat saudara saudara saya yg masih mengalami ujian dengan penyakit Wasir/Ambeien/Hemoroid.

Pendahuluan.
Pekerjaan saya adalah sebagai perencana dan lebih banyak duduk didepan meja. Sudah hampir 29 tahun bekerja dengan professi tersebut. Tiba tiba pada suatu hari pada akhir april 2012 terasa panas di bawah pinggang sebelah kanan dan ada dorongan keluar di anus.

Terlintas apakah ini yang dinamakan sakit ginjal? Rasanya tidak karena kosumsi air putih lebih dari cukup setiap hari. Sesampai dirumah saya raba dan ternyata ada yang nongol keluar. Sejak itu tanpa konsultasi dengan dokter, saya simpulkan bahwa ini lah yang dinamakan Ambeien/Wasir/Hemorroid. Mulai timbul perasaan takut dan malu.

Pada tgl 5 Mei, atas dorongan istri saya datang di rumah sakit untuk konsultasi. Setelah di Anuscopy, dokter menyimpulkan bahwa saya menderita Ambeien dengan stadium 2 dan belum perlu di operasi. Operasi ambeien adalah hal yang menakut kan bagi saya. Karena banyak sekali cerita yang menakutkan pasca operasi. Saya dikasih resep untuk pengobatan pertama secara medis. Setelah obatnya habis tidak terasa perubahan kearah lebih baik.

Malah terasa makin berat dan mulai terasa nyeri ketika duduk. Sementara saya tidak bisa lepas dari duduk karena pekerjaan. Salah seorang teman memberi obat herbal setelah hal ini saya ceritakan sama beliau. Ada sedikit perubahan , namun obat tersebut habis juga sebelum rasa nyeri itu hilang. Pada akhir Juni 2012 saya sudah tidak bisa lagi duduk secara tegak lurus. Ada rasa terjepit dan nyeri dibagian tersebut. Sejak itu mulailah duduk dengan posisi miring  kekiri dan kekanan secara bergantian untuk mengurangi rasa nyeri. Ambeien saya belum pernah mengeluarkan darah saat BAB. Tidak ada seorang pun rekan kerja yang tahu dengan kondisi saya. Saya memang berniat untuk merahasiakannya karena malu. Kemudian saya datang ke dokter berbeda dengan harapan ada obat lain yang lebih ampuh.

Setelah diskusi lebih detail saya diberi obat yang salah satunya adalah peluru. Beliau tidak menyaran kan untuk operasi disamping saya juga tidak meng inginkan nya. Saran beliau hanya informasi tentang makanan dan cara aktifitas untuk mengurangi tekanan di ambeien. Setelah dipeluru malam nya terasa lebih nyaman besoknya. Akan tetapi rasa nyaman hanya bertahan setengah hari. Setelah siang rasa terjepit dan nyeri kembali lagi seperti biasa.

Saat itu tidak ada pilihan lain selain minum obat dan dipeluru untuk mengurangi rasa terjepit dan rasa nyeri. Setelah obat nya habis, saya datang lagi untuk minta obat lanjutan yang ternyata selalu ada peluru. Begitulah seterusnya. Pernah saya hentikan di peluru 1 malam dan besok nya terasa rasa nyeri yang lebih hebat. Sejak itu peluru terutama sudah menjadi sahabat saya.

Pencarian cara pengobatan lain.
Sambil dipeluru setiap malam, mulai lah jalan jalan di dunia maya untuk mencari sesuatu.. Target utama adalah pengobatan Herbal. Saya tertarik untuk mencoba salah satu obat herbal setelah membaca detail dan beberapa pengalaman penderita. Besoknya lansung pesan via on line dan obat datang beberapa hari kemudian. Setelah memakai obat herbal tersebut terasa perubahan secara perlahan. Akhirnya saya yakin ini adalah Obat Herbal yang tepat. Peluru mulai dihentikan dan diganti dengan Herbal tersebut Tanpa terasa sudah lebih sebulan lamanya mengkonsumsi obat herbal tersebut.

Sebenarnya perubahan nya tidak terlalu banyak. Namun perubahan yang sedikit itu sudah cukup memberi saya semangat baru untuk ingin cepat sembuh. Sejak itu saya semakin rajin jalan jalan didunia maya untuk mencari sesuatu yang lain untuk ambeien saya.  Semakin banyak membaca, rasa takut jadi semakin bertambah.  Banyak informasi yang didapat disana. Operasi yang menakutkan, Pengobatan tanpa operasi, Sakit yang berkepanjangan dan Biaya yang sangat mahal bercampur jadi satu. Akhirnya saya pasrah dan hanya kepada Allah SWT minta petunjuk yang terbaik. Dan tidak bosan bosan minta istri dan anak anak untuk tidak berhenti berdoa untuk kesembuhan dari penyakit ini Tiba tiba saya tertarik dengan Website nya Dokter Panji. Sebelumnya pernah mampir ke website tersebut. Akan tetapi belum ada keyakinan akan metode ini.

Karena ujung ujung nya di potong juga dan secara logika rasanya tidak jauh jauh dari rasa sakit yang hebat seperti cerita cerita tentang metode operasi. Mulai dari membuka gambar gambar yang ditampilkan sampai alamat nya satu persatu yang di Jakarta dilayari berkali kali. Setelah juga membaca beberapa Testimoni akhir nya yakin bahwa ini adalah jalan keluar yang ditunjuk kan Allah SWT. Malam itu juga saya kirim sms ke dokter Panji dan bercerita sedikit dengan keluhan yang dialami. Alhamdulillah paginya dokter Panji membalas sms dengan pesan sebaiknya diperiksa dulu untuk menentukan tingkat keparahannya. Dokter Panji sempat tulis bahwa biaya pemeriksaan nya free. Beberapa hari kemudian saya sampai di tempat praktek Dokter Panji di Pondok Kelapa. Sama dengan beberapa Testimoni dari teman teman, saya kaget juga setelah berjabat tangan dengan beliau. Muda, ramah dan bersahabat. Tidak tergambar sedikit pun bahwa yang saya datangi adalah seorang dokter yang akan operasi ambeien saya. Saya  ditawarkan untuk diperiksa terlebih dahulu untuk menentukan tingkat keparahannya. Dengan sedikit malu malu akhirnya diperiksa juga dan kata beliau ambeien saya tidak begitu parah.

Saya sebenarnya tidak percaya karena untuk mencapai tempat praktek beliau saja sudah dengan bersusah payah. Jok mobil diganjal untuk mengurangi tekanan di anus. Mungkin obat herbal yang tetap saya kosumsi saat itu yang membuat ambeien nya semakin kecil/ bersembunyi. Apa pun hasilnya saya tetap ingin di operasi secara metode itu. Beliau menerang kan secara detail metode Laser safute tersebut. Sehingga saya benar benar paham dengan metode itu. Saya sampai kan kalau saya ingin di operasi dan ada waktu disaat hari raya 1433H yang tinggal beberapa bulan lagi. Disamping itu saya memang sengaja mencari waktu yang lebih panjang sambil melihat reaksi lanjutan obat herbal yang masih saya kasumsi. Walau pun kebenaran yang lain adalah rasa takut. Beliau setuju walau pun tanggal pasti nya belum saya sampai kan. Sementara menunggu hari H, saya tetap mengkosumsi obat Herbal tersebut untuk meringan kan nyeri dan harapan lain untuk sembuh. Sampai mendekati hari raya ternyata perubahan hanya impian.

Pra operasi dan pasca operasi.
Pada pertengahan bulan puasa saya telpon beliau untuk mengajukan permintaan untuk di operasi setelah hari raya karena ada libur 1 minggu. Beliau menyetujui dan waktu nya adalah setelah hari raya pertama. Saya bersyukur bahwa hari H akan segera tiba.

Pada tgl 20 pagi tiba2 dokter Panji telpon dan minta saya datang pagi itu. Tanpa pikir panjang segera berangkat ke Pondok Kelapa. Sesampai disana saya dapat penjelasan dari pegawai beliau bahwa hanya saya yang operasi hari itu. Alhamdulillah ini adalah anugerah yang luar biasa. Terbayang kesembuhan yang insyallah melegakan.

Selanjut nya sehabis shalat Zhuhur operasi dilaksanakan. Sambil diajak ngobrol mulai prosess operasi dengan injeksi bius di punggung telapak tangan. Tidak berapa lama saya sudah tertidur nyenyak. Rasanya benar 15 menit setelah itu saya terbangun dan beliau menyampai kan operasi sudah selesai. Sudah stadium 3 dan ada 4 bagian yang mana 1 internal disebelah kanan dan 3 bagian di external. Terjawab sudah rasa nyeri disebelah kanan adalah dari internal dan rasa nyeri terjepit adalah dari external. Saya tidak henti hentinya bersyukur dan terimakasih sama Dokter Panji dan Dokter Annestasi yang saya lupa nama beliau.

Beliau sempat bilang bahwa dengan tidak pernah nya ambeien berdarah selama ini adalah karena jenis kulit saya cukup tebal. Biasa nya pada stadium 3 akan sering berdarah ketika BAB. Benar benar luar biasa. Tidak terasa sakit sedikit pun. Ketika injeksi ditangan rasanya hanya seperti digigit semut. Setelah itu saya dan istri mendengarkan pesan beliau untuk dilaksanakan setelah sampai dirumah. Pesan penting beliau adalah sebanyak mungkin berbaring di minggu pertama, banyak makan buah  dan informasi tentang obat obatan termasuk obat anti nyeri. Juga informasi rasa nyeri yang mungkin akan terjadi disaat BAB. 30 menit setelah itu saya sudah pulang dengan taksi seperti penumpang biasa saja. Saya duduk di jok depan dengan sandaran di miring kan kebelakang agar duduk tidak membebani bekas operasi.

Hari pertama itu berjalan dengan mulus belum ada rasa nyeri apapun sejak jarum ditusukkan ke tangan sebelum operasi. Untuk masalah BAB biasa nya adalah setiap pagi.
Benar saja, di pagi pertama terasa ada tanda tanda BAB akan keluar. Mulai rasa was was timbul. Buru buru ambil obat anti nyeri. Belum sempat obat anti nyeri larut dalam perut, BAB sudah tidak bisa diajak kompromi. Akhir nya keluar lah dia dengan mulus karena saya sudah makan banyak papaya kemaren nya.

Tidak ada rasa sakit sedikit pun sampai hari kedua tersebut..Hari itu papaya kebetulan sudah habis. Sudah cari kemana mana tidak ada yang jual. Mungkin karena lebaran dan tidak ada yang jualan. Pada pagi kedua saya bangun lebih pagi karena ingin minum obat anti nyeri lebih cepat sebelum BAB keluar. Sampai lah saat nya BAB akan keluar. Waktu itulah rasa nyeri pertama menampak kan diri. Saya sempat takut juga. Yang ditakutkan adalah pendarahan walau dokter Panji mengatakan pendarahan mungkin terjadi beberapa tetes dan akan berhenti dengan sendirinya. Itu wajar kata beliau.

Ternyata rasa nyeri itu benar ada dan wajar juga karena disana ada luka. Mungkin nyeri terasa lebih, karena kurang makan buah. Seharusnya sebelum operasi disiapkan papaya sebanyak banyak. Pada hari ke 4 dan hari ke 6 kontrol dan dokter Panji sampaikan bahwa prosess penyembuhan nya bagus. Saya lebih banyak berbaring di minggu pertama. Hanya memamfaat kan libur lebaran ditambah cuti sakit 2 hari. Pada tgl 30 Agusutus 2112 saya kembali lagi bekerja dengan tidak satu pun teman teman mengetahuinya. Tentu saja kantor juga tidak tahu. Hanya saja saya membatasi pergerakan selembut mungkin.

Wasir Safute

Yang saya rasakan selama pasca operasi adalah:
- Rasa nyeri hanya terasa disaat BAB. Berkurang jika banyak makan papaya.
- Rasa gatal di minggu ke 2 dan ke 3. Informasi dokter Panji adalah bagus karena rasa gatal itu karena tumbuh nya jaringan baru.
- Sedikit rasa tidak nyaman sampai minggu ke 3 karena  ada kassa yang di olesi Betadine dijepit kan di anus. Tapi lebih baik agar luka selalu terjaga.
- Sikap hati hati dalam segala aktifitas untuk menjaga luka cepat sembuh.
- BAB dgn noda darah saat kurang makan papaya di hari ke 3, ke 9 dan ke 10.

Saat testimony ini ditulis adalah di hari ke 27 /16 September / minggu ke 4. Rasa nyeri saat BAB sudah sangat sedikit, namun saya tetap minum pelembut BAB untuk amannya.

Tujuan testimony ini hanya ingin memberikan informasi yang mungkin bermamfaat.. Saya merasakan derita Ambeien hanya 4 bulan dari akhir april 2012 sampai tgl 20 Agustus 2012. Diagnosa awal stadium 2 dan saat di operasi Laser Safute pada stadium 3. Terbayang saudara saudara yang mungkin sudah stadium 4/ sudah lebih 4 bulan/ sudah lebih 4 tahun/ sudah lebih 14 tahun/ atau mungkin sudah 24 tahun.

Pesan saya jika saudara saudara mengambil tindakan seperti saya, yang sangat penting di ingat ketika pasca operasi adalah : banyak makan buah, jangan mengejan ketika BAB, jangan menahan BAB, bersikaplah seperti orang sakit terutama di minggu pertama karena setelah operasi laser safute terasa seperti orang sehat saja. Karena rasa nyeri itu adanya disaat BAB saja.

Ini lah yang dapat saya sampaikan. Lebih kurang nya mohon maaf. Terimakasih yang tidak terhingga pada Dokter Panji. Semoga professi Dokter Panji juga akan menjadi ladang amal . Amiin.
Salam

No comments:

Post a Comment